Lajnah Falakiyah

Selasa, 15 November 2022

Contoh Mengetahui awal bulan Agustus 2025

 


2008 - 64 = 1945. Aus Agustus 1945 adalah 24 ( lihat tabel 1) 24 dikurangi 5 sisa 19. Kemudian lihat tabel 2. Dalam Tabel 2 angka 19 menunjukan hari jum’at kliwon. Dan anda pun bisa mengetahui hari kelahiran anda berikut pasarannya seperti Contoh;

Saat terjadi aksi damai besar-besaran di Jakarta yang menuntut Ahok agar dipenjara pada tanggal 2 Desember 2016 yang terkenal dengan aksi Bela Islam 212.

Aus Desember tahun 1936 adalah 9 (lihat tabel 1). 9–5=4. tanggal 1 dari bulan Desember 2016 jatuh pada hari Kamis kliwon, dan untuk tanggal Desember 2016 bertepatan dengan hari Jum’at legi.

Misal anda lahir 18 September 1979, 1979–32=1947. Aus September tahun 1947 adalah 15 (lihat tabel 1). 15–2=13. Angka 13 dalam tabel 2 menunjukan hari Sabtu wage, artinya itu menunjukan untuk tanggal satu dari bulan tersebut. Dan untuk tanggal 18 September 1979 bertepatan dengan hari Sabtu pahing.

Alamat pengurangan aus dan tahun

Kelipatan Aus 1 2 3 4 5 – 

Kelipatan tahun 16 32 48 64 80 +


Tambahan

Apabila aus tahun dalam tabel 1 tidak bisa dikurangi maka tambahlah dengan 35 kemudian kurangi kembali dengan kelipatan tahun tergantung dari kelipatannya.

SISTEM PENANGGALAN MASEHI

     Perhitungan tahun masehi didasarkan pada periode peredaran semu tahunan yang dilakukan Matahari pada bidang ekliptika, mulai dari titik Ades sampai ketitik Ades kembali. Periode peredaran tersebut berlangsung selama 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik dan disebut juga sebagai tahun tropik. Untuk menyusun tahun kalender masehi dilakukan pembulatan agar lebih mudah dan proses pembulatan ini sudah sejak jaman dahulu. Orang pertama yang melakukan pembulatan periode semu tahunan ini adalah Yulius Caesar yang disebut sebagai Tarikh Yulian, dan sebagai koreksi atas kesalahan dalam pembulatan tersebut maka disusun pula beberapa persyaratan tambahan yaitu dengan membagi tahun atas, tahun biasa dan tahun kabisat.

Kelebihan hari dalam tahun kabisat ada pada bulan Februari yang jumlahnya mencapai 29 hari. Dengan berjalannya waktu, Tarikh Yulian akan selalu mengalami beberapa penyimpangan, disebabkan pada saat penyusunan tahun semu tersebut, peredaran Matahari selama 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik dianggap 365 hari 6 jam. Berarti ada penyimpangan waktu sekitar 11 menit 14 detik untuk setiap tahunnya dan tiap 16 tahun sekali ada kelebihan waktu sekitar 2 jam 59 menit 44 detik yang tidak terhitung. Kemudian jika dikalkulasi lagi; 2 jam 59 menit 44 detik dikali 8 = 23 jam 57 menit 52 detik, dan ini berarti untuk setiap 128 tahun sekali kalender masehi tersebut harus dirombak total.

Sekitar tahun 325 pengkoreksian pernah dilakukan sebanyak 3 hari hal ini disebabkan dari tahun 46 sampai tahun 325 masehi terdapat perbedaan sekitar 3 hari. Kemudian pada tahun 1582, kembali diadakan pengkoreksian oleh Paus Gregodus XII sebanyak 10 hari. Akibatnya pada tanggal 4 Oktober tahun 1582 keesokan harinya bukan tanggal 5 tapi langsung menginjak ke tanggal 15. Dan dalam hal ini Paus juga menetapkan ketentuan tambahan yaitu dengan mengoreksi penempatan tahun kabisat. Menurut Gregodus tahun kabisat adalah tahun yang angkanya habis dibagi 4 dan hanya pada tahun abad yang angkanya habis dibagi 400. Bila tarikh Yulian tahun 1700, 1800, 1900 atau 2000 adalah tahun kabisat (karena angkanya habis dibagi 4) dan itu berarti tahun 1700 1800 1900 menurut Paus Gregodus tahun-tahun tersebut bukan tahun kabisat karena angkanya tidak bisa dibagi 400. 


Contoh; tahun kabisat


2020 2016 2012 2008 2004 2000

505         504         503 502 501 500


Cara Mengetahui Awal Bulan Masehi


Jika anda hendak menyusun kalender tahun masehi yang akan datang atau tiap tanggal dari bulan-bulan masehi yang dikehendaki maka susunlah terlebih dahulu tahun yang dimaksud kemudian kurangi dengan qoidah kelipatan 16, 32, 48 atau 64 tergantung dari tercantum atau tidaknya tahun dalam jadwal dari tahun yang akan dikurangi. Lalu lihatlah aus tahun yang ada dalam jadwal dan turunkan nilai qous tersebut sesuai dengan kelipatannya masing-masing 1 untuk 16, 2 untuk 32, 3 untuk 48, dan 4 untuk kelipatan 64. 

Jika sudah dapat diketahui sisa ausnya, lihatlah ke jadwal aus hari dan pasaran (tabel 2). Maka aus yang ada dalam jadwal itulah untuk tanggal 1 dari bulan baru yang anda cari. Dan jika yang anda cari adalah tahun dibawah urutan 1930, maka peraturan dalam mencari tahun di atas 1950 posisinya dibalik misalnya anda menghendaki tanggal satu dari bulan Januari tahun 1920. 


Tahun 1920

qoidah 0016 +

Jumlah 1936 


Aus bulan Januari tahun 1936 jumlahnya 24. Karena mengunakan kelipatan penambahan 16, maka angka 24+1=25, dalam jadwal aus hari dan pasaran angka 25 jatuh pada hari Kamis legi. Berarti tanggal satu bulan Januari tahun 1920 adalah hari kamis legi.


IRTIFA DARI DIEL


Mengetahui Irtifa Dari Diel Mabsut

Keluarkanlah diel mabsut dari irtifa yang telah diketahui sebelumnya dengan qomah sesuai yang dikehendaki. Kemudian bagilah qomah tersebut dengan diel mabsut hasilnya adalah jaib irtifa desimal, qouskan untuk mendapatkan irtifanya.

Contoh;


Qomah 45

Diel mabsut 63,08767 ÷ Cotang


Jaib irtifa desimal 0,713293104 Cotang

Irtifa 35 30 Cotang

MENGETAHUI IRTIFA DARI DIEL MANKUS

Mengetahui irtifa dari diel mankus sama caranya dengan mencari irtifa dari diel mabsut, hanya bedanya untuk mencari irtifa bagian ini, diel mankus dibagi qomah. Kemudian ikuti caranya seperti ketika mencari irtifa dari diel mabsut.

Contoh;

Diel mankus 10,69939

Qomah 15 ÷ cotang


Jaib irtifa 0,7132292 cotang

Irtifa 35,295994 cotang

dibulatkan 35 30


Minggu, 13 November 2022

 JAIB DAN QOUS 

MENCARI JAIB

Masukan angka yang hendak dijaibkan kemudian ikuti langkah di bawah ini, dan ketika hendak mencari qousnya jaib sebelum memasukan angka yang hendak diqouskan tekanlah koma terlebih dahulu. 

Contoh; ; (Qous) 21 57 34 deg Sin 2ndf deg 0,222622 (jaib) dibulatkan 22 26 13 


MENCARI QOUS

(Qous) 0,222622 deg 2ndf Sin 2ndf deg 21,573395 dibulatkan 21 57 34  

  RUMUS–RUMUS UTAMA 

(Kalkulator versi Karce 108)


Sinus deg sin jaib desimal

deg sin 2ndf deg jaib ma'lum

2ndf sin 2ndf deg qous jaib


Sin

deg sin log tamam jaib desimal

2ndf log 2ndf sin 2ndf deg tamam jaib ma'lum


Cotang

deg tan = diel desimal

2ndf tan 2ndf deg diel tamam


Ketika ada alamat penambahan, pengurangan atau pembagian

(angka qous) deg Sin +, – atau x (angka qous) deg sin = 2ndf sin 2ndf deg ( angka hasil)

Sin (angka qous) deg sin log + atau–(angka qous) deg sin log = 2ndf log 2ndf sin 2ndf deg. (angka hasil)

Cotang Qomah ÷ atau X Irtifa deg tan = (angka hasil)

Selasa, 04 Oktober 2011

Jadwal Urdil Qomar


Jadwal Ta'dil Markaz


Jadwal Tahun Majmu'ah dan Mabsuthoh


TABEL 1.  

جدول السنين المجموعة فى الجتماع والكسوف

الاوج
المـركز
الخاصة
الحصة
العلامـة

قة
جة
ج
قة
جة
ج
قة
جة
ج
قة
جة
ج
قة
عة
م
١٨
١٢
٣
٣٠
١٢
١٠
١٣
٠
٦
٣
٨
٩
٥٩
٩
١
١٤٢٠
٢٦
١٢
٣
١٠
٢٥
٦
١٣
٨
١
٣٣
٢٨
١١
٤
٢
٣
١٤٣٠
٣٤
١٢
٣
٥٠
٧
٣
١٣
١٦
٨
٣
١٩
٢
٩
١٨
٤
١٤٤٠
٤٢
١٢
٣
٣٠
٢٠
١١
١٣
٢٤
٣
٣٣
٩
٥
١٤
١٠
٦
١٤٥٠
١٨
١٢
٣
٥٧
٢٧
٩
٥٧
١٧
١١
٣٠
٢٢
٢
٣٧
١٥
٠
١٤٢٠     *
* Khusus untuk istikbal
======================================================
TABEL 2. جدول السنين المبسطة فى الجتماع والاستقبال والكسوفين

الاوج
المـركز
الخاصة
الحصة
العلامـة

قة
جة
ج
قة
جة
ج
قة
جة
ج
قة
جة
ج
قة
عة
م
٠
٠
٠
١٦
١٩
١١
٤٨
٩
١٠
٣
٨
٠
٤٨
٨
٤
١
٢
٠
٠
٣٢
٨
١١
٣٦
١٩
٨
٦
١٦
٠
٣٧
١٧
١
٢
٢
٠
٠
٤٨
٢٧
١٠
٢٤
٢٩
٦
٩
٢٤
٠
٢٥
٢
٦
٣
٣
٠
٠
٤
١٧
١٠
١٢
٩
٥
١٢
٢
١
١٤
١١
٣
٤
٤
٠
٠
٢٠
٦
١٠
٠
١٩
٣
١٥
١٠
١
٢
٢٠
٧
٥
٥
٠
٠
٣٦
٢٥
٩
٤٨
٢٨
١
١٨
١٨
١
٥١
٤
٥
٦
٦
٠
٠
٥٢
١٤
٩
٣٦
٨
٠
٢١
٢٦
١
٣٩
١٣
٢
٧
٦
٠
٠
٨
٤
٩
٢٤
١٨
١٠
٢٤
٤
٢
٢٨
٢٢
٦
٨
٧
٠
٠
٢٤
٢٣
٨
١٢
٢٨
٨
٢٧
١٢
٢
١٦
٧
٤
٩
٨
٠
٠
٤٠
١٢
٨
٠
٨
٧
٣٠
٢٠
٢
٥
١٦
١
١٠
٢١
١
٠
٤٠
٦
٠
٥٠
١٩
٠
٣٥
٢٤
٢
٥٠
١٦
٢
١٠٠
٤٢
٢
٠
٢٠
١٣
٠
٤٠
٩
١
١٠
١٩
٥
٤١
٩
٥
٢٠٠


Jadwal Ta'dil Hoosoh


BESAR CAHAYA, KEDUDUKAN, KEADAAN DAN TEMPATNYA HILAL


Untuk mengetahui seberapa besar cahaya hilal pada malam ijtima? Carilah terlebih dahulu nilainya ardul qomar atau serongnya bulan pada falaknya (orbit), yaitu mempertemukan antara buruj dan derajatnya harokat Hissoh dengan buruj dan derajatnya jadwal ardul qomar dan kerjakanlah seperti ketika anda mengerjakan cara mencari ta’dil hoosoh pada bagian pertama.

MULAI IJTIMA, KETINGGIAN DAN LAMANYA HILAL


Kurangilah qoidahnya 24 dengan jam, menit dan detiknya alamat muaddalah kota anda, maka akan diketahui mulainya ijtima. Apabila jam, menit dan detiknya sa’atul ijtima tersebut dikalikan 30 atau dibagi 2, maka akan diketahui pula ketinggiannya hilal. Kemudian ketinggian hilalnya dikalikan dengan qoidah 4, hasilnya adalah lamanya hilal diatas ufuk.

ALAMAT MUADDALAH


 Bab - IX
Untuk mengetahui alamat muaddalahnya Betawi maka harokat alamat harus dikurangi nilainya ta’dil alamat, dan sisa dari pengurangannya itulah alamat hari, jam, menit dan detiknya ijtima di Betawi (kota Jakarta).
Misal alamat muaddalahnya Jakarta menunjukan yaum 1, saah 3, dan daqiqoh 10; dan itu berarti terjadinya ijtima di kota Jakarta jatuh pada Malam ahad, Jam 9, Lebih 10 menit.

TA’DILUL ALAMAT


Untuk mendapatkan Ta’dil alamat nilai hissotus saah harus dikalikan terlebih dahulu dengan bu’du muaddal. Susunlah nilainya bu’du muaddal tersebut secara berurutan dari atas ke bawah dimulai dari derajat, daqiqoh dan tsawani persis di bawahnya kotak hissotus saah. Jika terjadi kekosongan salah satu dari ketiganya, biarkan saja dan tidak perlu diisi.

BU’DU MUADDAL DAN HISSOTUSSAAH

Bab VI- BU’DU MUADDAL
 Untuk menghasilkan bu’dul muaddal, maka nilainya bu’du ghoiru muaddal harus dikurangi oleh nilainya ta’dil ayyam, jika pada kolomnya bu’du ghoiru muaddal nilai tsawalis kosong ambilah dari angka di depannya. Dan pada bagian ini telah dimulai perhitungan detik, menit dan jam, yang berarti telah dimulai pula batasan-batasannya, dan hasil dari pengurangan antara bu’du ghoiru muaddal dengan ta’dil ayyam ini dinamakan bu,du muaddal.
Dan ketika ta’dil ayyam tidak mempunyai nilai atau kosong karena dari satar awal dan satar tsani sama–sama tidak mempunyai nilai, maka bu’du ghoiru muaddal langsung menjadi bu’du muaddal.

TA’DIL AYYAM


Bab V-Ta'dil

Untuk mengetahui ta’dil ayyam sama halnya dengan mencari ta’dil hoosoh yaitu mempertemukan buruj dan derajatnya muqowwamus syamsi pada buruj dan derajatnya jadwal ta’dil ayyam (tabel 6). Ambilah nilainya satar awal dan satar tersebut pada titik pertemuannya. Dalam ta’dil ayyam ini menggunakan dua kasr mahfud karena dalam setiap derajat yang tercantum dalam tabel tersebut masing-masing berkelipatan 5. Mulai dari 0, 5, 10, 15, 20, dan 25 derajat. Bila dalam derajatnya muqowwamus syamsi kurang dari 5, maka masukanlah pada derajat 0, dan bila kurang dari 10 derajat maka masukan ke derajat 5.

WASSATUSSYAMSI


Bab IV-Ta'dil


Tambahkan harokat Markaz pada harokat Auj, mulai dari daqiqoh dengan daqiqoh, derajat dengan derajat dan buruj dengan buruj. Penjumblahannya pun tidak boleh melebihi batasan-batasan yang telah ditetapkan, maka hasilnya adalah wassatussamsy atau jauhnya Matahari dari titik Haml menurut rata-rata perjalananannya.