Lajnah Falakiyah

Tampilkan postingan dengan label Bunga Rampai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunga Rampai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2011

PERHITUNGAN TARIKH MASEHI YANG PERLU DITINJAU ULANG


TARIKH MASEHI

Sistem Penanggalan Masehi
Perhitungan tahun masehi didasarkan pada periode peredaran semu tahunan yang dilakukan matahari pada bidang ekliptika, mulai dari titik Ades sampai ketitik Ades kembali. Periode peredaran tersebut berlangsung selama 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik dan disebut juga sebagai Tahun Tropik. Untuk menyusun tahun kalender masehi dilakukan pembulatan agar lebih mudah dan proses pembulatan ini sudah sejak jaman dahulu.

Rabu, 22 Juni 2011

DASAR – DASAR ILMU FALAK

 الشمس والقمر بحسبا ن


وكل في فلك يسبحو ن


I.     PENDAHULUAN
1.    Ilmu Falak ialah suatu ilmu yang mempelajari segala gerak-gerik benda langit (termasuk Bumi) dengan segala perhitungannya secara matematics. Hukum mempelajarinya adalah Fardhu Kifayah. Sesuai yang telah dikatakan oleh Imam Ghojali dalam kitabnya : Ihya’ Ulumuddin Juz I halaman 17.
“Maka janganlah engkau heran bila aku mengatakan bahwa Ilmu Kedokteran, Ilmu Astronomi dan Ilmu Matematic adalah Fardhu dari bagian-bagian fardhu kifayah.”

2. Ilmu Nujum (Astrologi) ialah suatu ilmu yang menghubung-hubungkan nasib seseorang/keadaan dengan posisi suatu bintang. Mempercayainya hukumnya Haram.

II.   BENDA-BENDA LANGIT DAN ISTILAH.

1.    Tsawabit atau Bintang tetap. Termasuk diantaranya adalah Matahari kita. Semua Bintang (An-najm) yang bercahaya sendiri.

2.    Sayyaroh (Planet) yang berputar mengikuti matahari, diantaranya adalah bumi kita. Bintang-bintang ini bercahaya karena pantulan (Alkaukab), bukan karena cahaya sendiri.

    Bulan (Satelit), semua benda yang mengikuti Sayyaroh. Diantaranya adalah Bulan Kita (Alqomar).

4.    Majarroh (Galaxy), yaitu sekumpulan berjuta-juta bintang termasuk system matahari kita, dan nampak seperti kabut.

5.    Mudhannibat (Bintang berekor), suatu bintang yang tidak padat dan ekornya selalu bertentangan dengan posisi matahari.

6.    Syuhub (Meteor) atau carit bintang. Yaitu suatu bintang yang keluar dari orbitnya karena daya tarik bumi. Pada saat memasuki angkasa bumi, benda tersebut bergosokan dengan udara bumi dan terbakar.

7.    Dan lain-lain

Kamis, 16 Juni 2011

Salah Satu Gerhana Bulan Terlama

Kamis Dini Hari, Salah Satu Gerhana Bulan Terlama
Peneliti astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, menyatakan peristiwa Kamis dini hari nanti berpeluang menjadi salah satu gerhana bulan total terlama sepanjang sejarah. "Lamanya saat total sekitar 100 menit karena posisi bulan nanti dekat dengan pusat bayangan bumi," ujar Thomas.
Ia menjelaskan, lama gerhana bulan total memang bergantung pada pertama, jarak lintasan bulan terhadap pusat bayangan bumi, dan kedua, jarak bulan terhadap bumi.
Secara umum, kata Thomas, tidak ada dampak signifikan dari gerhana bulan tersebut. Salah satu yang mungkin akan menarik perhatian adalah kemungkinan pasang air laut maksimum. "Hal tersebut terjadi karna posisi bumi, bulan, dan matahari hampir berbentuk garis lurus. Efek gabungan ketiganya adalah pasang maksimum," ujarnya.

Gerhana bulan total nanti bisa dilihat di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Hanya saja khusus untuk masyarakat yang tinggal di wilayah Papua tidak akan bisa melihat fase akhir dari gerhana bulan total karena saat itu sudah pagi. "Namun dari wilayah Indonesia barat hingga tengah akan bisa menyaksikan seluruh fase dari gerhana tersebut," kata Thomas.
(dikutip dari yahoo.com)

Minggu, 12 Juni 2011

10 World Top Telescope and Observatory

1.    Gemini Observatory
2.    European Southern Observatory
3.    National Radio Astronomy Observatory (NRAO)
4.    Chandra/Spitzer Space Telescopes
5.    Corot/Kepler Space Telescopes
6.    W. M. Keck Observatory
7.    Mount Wilson Observatory
8.    Palomar Observatory
9.    Galileo’s Telescope
10.    Hubble Space Telescope

10 Teleskop dan Observatorium Top Dunia

1.    Gemini Observatory
Dua mata lebih baik dari satu. Twin optik / teleskop inframerah, Observatorium Gemini adalah terpisah, tetapi bersama-sama, mereka dapat mengakses seluruh langit. Gemini Selatan terletak sekitar 9 000 meter di Andes Chili, Gemini Utara (foto) adalah di bagian atas Mauna Kea, rumah bagi sebuah komunitas internasional teleskop mengintip ke langit malam, melalui suasana yang sangat baik Hawaii.


2.    European Southern Observatory
Teleskop dengan panjang 3,5 m , merupakan
teleskop pertama di dunia yang memiliki cermin utama yang dikendalikan oleh komputer. Bahkan bidang amatir sekarang memiliki teknologi. Bersama teleskop ESO di Gurun Atacama di Chili, juga termasuk array Very Large Telescope (digambarkan), observatorium utama di Eropa. ESO ini juga rumah bagi beberapa milimeter Eropa Atacama Besar / sub-milimeter Array, dikenal sebagai ALMA, sebuah kolaborasi antar Amerika Utara dengan Asia Timur dan Chile. ALMA akan menjadi The Biggest Earth Radio Observatorium Astronomi Observatorium dan paling maju di dunia. Yang membawa kita ke Observatorium berikutnya yang lebih tinggi.


3.    National Radio Astronomy Observatory (NRAO)
Beberapa situs termasuk Observatorium Teleskop Green Bank, Array Sangat Besar (digambarkan), alas set yang sangat besar dan masa depan ALMA AS. Baru-baru ini, para ilmuwan telah menggunakan data Green Bank untuk mencari frekuensi dari molekul di ruang antar bintang.

4.    Chandra/Spitzer Space Telescopes
Salah satu observatorium NASA yang terkenal (selain Teleskop luar angkasa Hubble) telah memberikan gambaran sekilas tentang alam semesta yang tidak dapat dilihat. Orbit elips dari Chandra X-Ray Observatory, yang membawanya pergi dari Bumi, memberikan pandangan yang lebih baik dari daerah tinggi berenergi ruang, seperti supernova. Gambar dari Chandra telah membantu para ilmuwan lebih memahami dan pulsar nebula.
5.    Corot/Kepler Space Telescopes
NASA meluncurkan Teleskop Kepler bulan lalu, dan membersihkan nya minggu ini, sehingga dapat mulai melakukan pengamatan. Satu di Perancis dan satu di Amerika.



6.    W. M. Keck Observatory
Keck’s twin 10-meter, 8-story, 300-ton telescopes. Setiap cermin utama terdiri dari 36 segmen heksagonal yang bekerja sama sebagai sebuah kesatuan dari kaca – teknik revolusioner yang memungkinkan pencapaian cermin besar. Mereka telah membantu para ilmuwan membuat beberapa penemuan mengejutkan: adanya galaksi di pinggiran alam semesta, mempelajari supernova untuk menentukan tingkat ekspansi alam semesta, sifat puncak gamma-ray dan, baru-baru ini, planet di sekitar bintang-bintang lainnya.


7.    Mount Wilson Observatory
Dari kereta keledai digunakan untuk membawa cermin 60-inci ke puncak gunung. Gunung Wilson merupakan evolusi observatorium modern, dan salah satu tempat paling penting di sejarah ilmiah . George Ellery Hale 60-inci, yang tidak lagi digunakan untuk penelitian, ini akan digunakan untuk studi klasifikasi spektral bintang, yang merupakan dasar dari astronomi modern. 60-inci Teleskop Hale merupakan yang terbesar di dunia 100 tahun yang lalu, tetapi dalam waktu 10 tahun, digantikan oleh lingkup 100-inci berikutnya. Edwin Hubble menemukan bahwa noda-noda dari nebula, bahwa alam semesta berkembang, dan bahwa kecepatan sepadan dengan perluasan Big Bang atau penciptaan. Observatorium Mount Wilson menjadi observatory primer selama 40 tahun.


8.    Palomar Observatory
Teleskop Palomar 200-inci membantu merevolusi astronomi modern – dan baking modern. Para pembuat cermin menghabiskan hampir $ 1 juta – dolar pada tahun 1934 – dan masih tidak dapat membuat cermin kuarsa cukup besar. George Ellery Hale, yang memimpin Palomar sebagai ciptaan-nya Mt. Wilson meminta cermin 200-inci terbuat dari campuran baru yang disebut kaca Pyrex. Perubahan suhu membuat Pyrex memperluas dan kontrak lebih kecil dari kaca biasa, kaca Pyrex, jadi kurang rentan terhadap masalah distorsi.


9.    Galileo’s Telescope
Galileo Galilei tidak menciptakan teleskop, ia mungkin bahkan bukan orang pertama yang menggunakan teleskop. Tapi desain teleskop yang kuat memungkinkan dia untuk melihat lebih jauh daripada orang lain. Dengan teleskop 1609, ia diperiksa bulan, menemukan empat bulan Jupiter, menonton supernova, ditemukan bintik matahari dan memverifikasi fase Venus . Dia juga mengutuk bidaah untuk advokasi pandangan heliosentris tentang alam semesta. Satu dari dua sisa teleskop Galileo terus menampilkan pameran bulan ini untuk pertama dan satu-satunya di luar Italia, di Franklin Institute di Philadelphia.


10.    Hubble Space Telescope
Dalam 18 tahun penuh peristiwa, Teleskop luar angkasa Hubble telah hidup sampai dengan senama nya, salah satu astronom terbesar dalam sejarah. Contoh penemuan Hubble dalam 18 tahun terakhir: untuk menentukan umur alam semesta, yang memverifikasi bahwa energi gelap mempercepat perluasan alam semesta; mengambil gambar planet di luar tata surya kita, dan bahan kimia di atmosfer mereka. Pelayanan Misi 4 Hubble, bagian dari STS-125 misi ulang alik yang dijadwalkan bulan depan. Ini akan menjadi manusia terakhir kali mengunjungi observatorium orbital, jika STS-125 berhasil, Hubble astronom berharap akan berlangsung 10 tahun.

(Sumber: http://hitam-putihphoto.blogspot.com)

Jumat, 15 April 2011

Sejarah nama-nama planet

     Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter dan Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet (lihat tabel nama planet di bawah). Pada abad ke-6 SM, bangsa Yunani memberi nama Stilbon (cemerlang) untuk Planet Merkurius, Pyoroeis (berapi) untuk Mars
Phaethon (berkilau) untuk Jupiter, Phainon (Bersinar) untuk Saturnus. Khusus planet Venus memiliki dua nama yaitu Hesperos (bintang sore) dan Phosphoros (pembawa cahaya). Hal ini terjadi karena dahulu planet Venus yang muncul di pagi dan di sore hari dianggap sebagai dua objek yang berbeda.

Pada abad ke-4 SM, Aristoteles memperkenalkan nama-nama dewa dalam mitologi untuk planet-planet ini. Hermes menjadi nama untuk Merkurius, Ares untuk Mars, Zeus untuk Jupiter, Kronos untuk Saturnus dan Aphrodite untuk Venus.

Pada masa selanjutnya di mana kebudayaan Romawi menjadi lebih berjaya dibanding Yunani, semua nama planet dialihkan menjadi nama-nama dewa mereka. Kebetulan dewa-dewa dalam mitologi Yunani mempunyai padanan dalam mitologi Romawi sehingga planet-planet tersebut dinamai dengan nama yang kita kenal sekarang.

Hingga masa sekarang, tradisi penamaan planet menggunakan nama dewa dalam mitologi Romawi masih berlanjut. Namun demikian ketika planet ke-7 ditemukan, planet ini diberi nama Uranus yang merupakan nama dewa Yunani. Dinamakan Uranus karena Uranus adalah ayah dari |Kronos (Saturnus). Mitologi Romawi sendiri tidak memiliki padanan untuk dewa Uranus. Planet ke-8 diberi nama Neptunus, dewa laut dalam mitologi Romawi.

Rabu, 13 April 2011

Hisab Urfi

(`urf = kebiasaan atau tradisi) adalah hisab yang melandasi perhitungannya dengan kaidah-kaidah sederhana. Pada sistem hisab ini perhitungan bulan komariyah ditentukan berdasarkan umur rata-rata bulan sehingga dalam setahun komariyah umur dibuat bervariasi 29 dan 30 hari. Bulan bernomor ganjil yaitu mulai Muharram berjumlah 30 hari dan bulan bernomor genap yaitu mulai Shafar berumur 29 hari. Tetapi khusus bulan Zulhijjah (bulan 12) pada tahun kabisat komariyah berumur 30 hari.  Tahun kabisat komariyah memiliki siklus 30 tahun dimana didalamnya terdapat 11 tahun yang disebut tahun kabisat (panjang) memiliki 355 hari, dan 19 tahun yang disebut basithah (pendek) memiliki 354 hari. Tahun kabisat ini terdapat pada tahun ke 2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26 dan ke 29 dari keseluruhan siklus kabisat selama 30 tahun. Dengan demikian kalau dirata-rata maka periode umur bulan (bulan sinodis / lunasi) menurut Hisab Urfi adalah (11 x 355 hari) + (19 x 354 hari) : (12 x 30 tahun) = 29 hari 12 jam 44 menit ( menurut hitungan astronomis: 29 hari 12 jam 44 menit 2,88 detik ). Walau terlihat sudah cukup teliti namun yang jadi masalah adalah aturan 29 dan 30 serta aturan kabisat tidak menujukkan posisi bulan yang sebenarnya dan hanya pendekatan. Oleh sebab itulah maka hisab ini tidak bisa dijadikan acuan untuk penentuan awal bulan yang berkaitan dengan ibadah misalnya Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah.

Rabu, 23 Februari 2011

Etimologi Astronomi

Astronomi, yang secara  berarti "ilmu bintang" (dari Yunani: άστρο, + νόμος), adalah ilmupengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar Bumi dan atmosfernya. Ilmu ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi), juga proses yang melibatkan mereka. yang melibatkan
Selama sebagian abad ke-20, astronomi dianggap terpilah menjadi astrometri, mekanika langit, dan astrofisika.

Minggu, 03 Oktober 2010

MENGENAL ILMU HISAB/ ILMU FALAK

1. Pendahuluan

Dari dua belas bulan dalam satu tahun hijriyah, bulan ramadhan, syawal, dan zulhijjah adalah bulan yang selalu mendapat perhatian khusus dari umat islam karena pada ketiga bulan tersebut umat islam melaksanakan ibadah-ibadah seperti shaum ramadhan yang dimulai tanggal 1, idul fitri pada tanggal 1 syawal dan idul adha pada tanggal 10 hijriyah.

Secara rutin pemerintah (DEPAG RI) mengmumkan kepada seluruh umat islam di Indonesia melalui media massa berupa hasil hisab dan atau rukyat yang menunjukan ketinggian hillal (dalam derajat busur) di atas ufuk setelah matahari terbenam atau matahari terbenam mendahului bulan. Di Indonesia, beberapa ormas islam besar biasanya ikut turut berpartisipasi memberikan informasi yang serupa.

Ilmu hisab dikalangan umat islam dikenal dengan sebutan ilmu falak. Hisab berarti hitung. Jadi ilmu hisab adalah ilmu hitung, sebab kegiatan paling menonjol pada ilmu tersebut yang dipelajari dan dipergunakan umat islam dalam prakteknya adalah melakukan perhitungan-perhitungan. Ilmu falak atau astronomi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda-benda langit, tentang fisiknya, geraknya, ukurannya dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya.

Matahari, bumi, bulan dan benda-benda langit lainnya yang telah diciptakan Allah beredar pada garis edar / tempatnya secara tepat dan tetap. Dengan tujuan agar manusia dapat melakukan penelitian dan perencanaan-perencanaan. Dengan melakukan pengmatan yang teliti, waktu – waktu ibadah itu dapat dihitung atau diperkirakan jauh-jauh hari sebelumnya dan bias dilakukan oleh siapa saja yang berkeinginan untuk memahaminya.

Materi ini secara terbatas menyajikan contoh-contoh perhitungan untuk menentukan waktu-waktu yang berhubungan dengan ibadah meliputi : awal waktu-waktu shalat, kedudukan hakiki hilal (bulan baru), saat ijtima dan menghitung (menentukan) arah kiblat. Harapan penulis, semoga materi ini dapat menambah wawasan saudara-saudaraku kaum muslimin / muslimat tentang ilmu hisab (ilmu Falak).

2. Metoda Perhitungan

Untuk melakukan perhitungan-perhitungan di atas dibutuhkan data mengenai keadaan / kedudukan matahri atau bulan berkenaan dengan waktu yang akan dihitung seperti deklinasi matahari, equation of time atau deklinasi bulan, dan yang lainnya. Jadi ilmu falak menggunakan metoda perhitungan empiris.

· Istilah-istilah dalam table / emphemeris

Data Matahari :

Ecliptic longitude atau bujur astronomis, adalah jarak matahari dari titik aries (vernal Equinox = Haml), diukur sepanjang lingkaran ekliptika (da’irajatul buruj). Jika nilai bujur astronomis matahari sama dengan bujur astronomis bulan, maka terjadi ijtima. Data ini diperlukan antara lain dalam ijtima dan gerhana.

Ecliptic Latitude atau lintang astronomis yaitu jarak pusat matahari dari lingkaran ekliptika. Sebenarnya ekliptika itu adalah lingkaran yang dilalui oleh matahari dalam gerak semu tahunnanya. Jadi matahari sebenarnya selalu berada pada lingkaran ekliptika itu, tetapi karena jalannya matahari itu tidak rata maka selalu ada pergeseran ke udara atau ke selatan.oleh karena itu besarannya selalu mendekati nol.

Apparent right ascention atau acsentio rekta matahari atau panjatan tegak atau as shu’udul mustaqim atau mathali’ul baladiyah, yaitu jarak matahari dari titik aries, diukur sepanjang lingkaran equator (da’iratul muaddalin nahar).

Apparent declination atau deklinasi matahri atau mailus syam yaitu jarak antara matahari dari equator diukur sepanjang lingkaran deklinasi. Lingkaran deklinasi adalah lingkaran besar yang mengelilingi bola langit dan melalui titik-titik kutub langit (KUKS).

Semi diameter atau jari-jari matahari yaitu jarak antara titik pusat matahari dengan piringan luarnya.

True geocentric atau jarak geocentric yaitu jarak antara bumi dan matahar. Karena bumi mengelilingi matahari dalam bentuk elips, maka jarak bumi-matahari tidak selalu sama. Jarak terdekat disebut perigee atau al hadlidl sedangkan jarak terjauhnya disebut apogee atau auj.

True obliquity atau kemiringan ekliptika atau mail kully hakiki yaitu besarnya sudut kemiringan antara equator (mu’addalun nahar) dan ekliptika (da’iratul buruj)

Equation of time atau perata waktu atau ta’dilus syams ta’dil wakt. Adalah selisih antara waktu kulminasi matahari hakiki dengan waktu kulminasi matahari rata-rata. Data ini biasanya dinyatakan dengan lambang (e).(bumi berputar pada sumbunya rata-rata 24 jam sekali putaran, tetapi ternyata kecepatan putaran ini tidak terlalu sama, sehingga saat kulminasinya pun selalu berubah-ubah.perubahan-perubahan ini disebut perata waktu.)

Data Bulan :

Apparent longitude atau bujur astronomis bulan yang terlihat, lebih dikenal dengan bujur astronomis bulan. Data yang dikenal pula dengan istilah taqwim atau thul qomar, yaitu jarak bulan dari titik aries (vernal equinox = Haml), diukur sepanjang lingkaran ekliptika (da’iratul buruj)

Apparent latitude atau lintang astronomis bulan, yaitu jarak titik pusat bulan dengan lingkaran ekliptika (da’iratul buruj) diukur sepanjang lingkaran kutub ekliptika. Nilai maksimum dari lintang astronomis bulan adalah 5° 8'. Nilai positip berarti bulan berada di utara ekliptika, nilai negative berarti bulan berada di sebelah selatan ekliptika.

Apparent Right Ascention yaitu asensio rekta dari bulan yang telihat. Data yang dikenal dengan istilah panjatan tegak atau as shu’udul mustaqim atatu mathali’ul baladiyah, yaitu jarak titik pusat bulan dari titik aries, diukur sepanjang lingkaran equator (da’iratul muaddalin nahar)

Apparent declination atau deklinasi bulan dikenal dengan istilah mailul qomar yaitu jarak antara bulan dari equator. Nilai deklinasi positif jika bulan berada di sebelah utara equator dan negative jika berada di sebelah selatan equator.

Semi Diameter atau jari-jari (nisful quthr) bulan, yaitu jarak antara titik pusat bulan dengan piringan luarnya. Nilai semi diameter bulan adalah 15' sebab piringan bulan penuh adadlah 30' (0,5°).

Horizontal Parallax atau beda lihat atau ikhtilaful manzhar, yaitu sudut antara garis yang ditarik dari titik pusat bulan ke titik pusat bumi dengan garis titik pusat bulan ke mata pengamat.

Angle Bright Limb atau sudut kemiringan hilal, yaitu sudut kemiringan yang tampak akibat kemiringan terhadap matahari.

Fraction illumination, yaitu besarnya piringan hilal yang menerima sinar matahari dan menghadap ke bumi.

Daftar Refraksi, Refraksi atau pembiasan cahaya besarnya penampakan cahaya bulan hilal karena melalui atmosfer bumi, sehingga penampakan hilal dari bumi menjadi bergeser-geser refraksi tersebut.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:

* mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang;
* mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat);
* tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di intinya; dan,
* telah "membersihkan lingkungan" (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya

Berdasarkan definisi di atas, maka dalam sistem Tata Surya terdapat delapan planet. Hingga 24 Agustus 2006, sebelum Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union = IAU) mengumumkan perubahan pada definisi "planet" sehingga seperti yang tersebut di atas, terdapat sembilan planet termasuk Pluto, bahkan benda langit yang belakangan juga ditemukan sempat dianggap sebagai planet baru, seperti: Ceres, Sedna, Orcus, Xena, Quaoar, UB 313. Pluto, Ceres dan UB 313 kini berubah statusnya menjadi "planet kerdil/katai."

Planet diambil dari kata dalam bahasa Yunani Asteres Planetai yang artinya Bintang Pengelana. Dinamakan demikian karena berbeda dengan bintang biasa, Planet dari waktu ke waktu terlihat berkelana (berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi bintang yang lain. Perpindahan ini (pada masa sekarang) dapat dipahami karena planet beredar mengelilingi matahari. Namun pada zaman Yunani Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet dianggap sebagai representasi dewa di langit. Pada saat itu yang dimaksud dengan planet adalah tujuh benda langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Astronomi modern menghapus Matahari dan Bulan dari daftar karena tidak sesuai definisi yang berlaku sekarang. Sebelumnya, planet-planet anggota galaksi Bimasakti ada 9, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006, para ilmuwan sepakat untuk mengeluarkan Pluto dari galaksi Bimasakti sehingga jumlah planet pada galaksi Bimasakti jumlahnya ada 8.
(Dari Wikipedia bahasa Indonesia)

Jumat, 01 Oktober 2010

Penemuan terkini Planet Yang Paling Mirip Dengan Bumi

Hasil pengamatan observatorium MW Keck di Hawaii, Amerika Serikat, selama 11 tahun membuahkan hasil. Para ilmuwan menemukan sebuah planet yang paling mirip dengan Bumi. Planet itulah kemungkinan bisa dihuni manusia.


http://suaramedia.com/images/resized/images/stories/4berita/1-9-techno/planets_walpaper_200_200.jpg


Seperti diberitakan Telegraph.co.uk, sebuah tim 'pemburu planet' menamai planet yang paling mirip dengan Bumi itu dengan nama Gliese 581g.
Planet yang ukurannya hampir sama dengan Bumi itu mengorbit dan berada di tengah 'zona huni perbintangan'. Peneliti juga menemukan zat cair dapat eksis di permukaan planet itu.
Ini akan menjadi planet paling mirip Bumi yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Ini juga merupakan planet pertama yang paling berpotensi dihuni manusia.
"Temuan kami ini sangat menarik dan menawarkan kemungkinan bahwa planet ini berpotensi untuk dihuni," kata Profesor Steven Vogt di University of California. Sebelumnya, Badan Antariksa AS (NASA) juga menemukan planet mirip bumi dengan teleskop Kepler.
Gliese 581g ditemukan berdasarkan observasi yang dilakukan menggunakan teknik tercanggih yang dikombinasikan dengan teleskop 'kuno'.
Yang paling menarik dari dua planet Gliese 581g adalah, dia memiliki massa tiga sampai empat kali dari Bumi dan periode orbit hanya di bawah 37 hari. Volume massa itu menunjukkan bahwa planet itu kemungkinan merupakan planet berbatu dengan permukaan tertentu. Itu juga menunjukkan bahwa planet itu memiliki gravitasi yang cukup.
Gliese 581g terletak dengan jarak 20 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya berada di konstelasi Libra. Posisi planet ini, satu sisi selalu menghadap bintang dan memiliki suhu panas yang memungkinkan manusia untuk berjemur secara terus-menerus di siang hari. Di bagian samping yang menghadap jauh dari bintang, berada dalam kegelapan yang terus-menerus.
Para peneliti memperkirakan rata-rata suhu permukaan planet ini antara -24 dan 10 derajat Fahrenheit atau -31 sampai -12 derajat Celsius. Suhunya akan sangat terik saat posisinya menghadap bintang dan bisa terjadi pembekuan saat sedang gelap.
Menurut Profesor Vogt, gravitasi di permukaan planet itu hampir sama atau sedikit lebih tinggi dari Bumi, sehingga orang dapat dengan mudah berjalan tegak di planet ini.
"Faktanya, kami mampu mendeteksi planet ini begitu cepat dan sangat dekat. Ini memiliki arti bahwa planet seperti ini benar-benar berciri umum, seperti Bumi," jelasnya.
Prof Vogt dan Paul Butler, dari Carnegie Institution di Washington, mengatakan temuan-temuan baru tim itu dilaporkan dalam sebuah makalah yang akan diterbitkan dalam Jurnal.
( suaramedia.com )