Lajnah Falakiyah

Selasa, 09 Agustus 2011

CARA MENGETAHUI IRTIFA DARI DHIL

IRTIFA DARI DHIL
 الباب الثالث
فى معرفة الظل من الارتفاع والارتفاع من الظل
(أماالأول) فضع الخيط على قدر الارفاع من أول القوس. ثم انزل بالقامة المفروضة من الستينى إن أردت المبسوط. ومن جيب التمام إن أردت المنكوس. وارجع من التقاطع إلى جيب التمام فى الأول. وإلى الستينى فى الثانى_تجد المطلوب. فان نزلت بالقامة ولم تقاطع الخيط فانزل بجزئها الممكن تقاطعه مع الخيط نصف مثلا.

CARA MENDERAJATKAN BILANGAN DESIMAL

Menderajatkan Bilangan Desimal

Hal ini terjadi ketika anda mencari derajatnya irtifa dari Dhil atau yang paling penting disini adalah mencari irtifa asar, selain itu tidak ada lagi karena tidak diperlukan. Caranya tambahkan qomah pada Dhil mabsut kemudian qomah dibagi kembali dengan hasil dari pertambahan antara qomah dan Dhil mabsut kemudian qouskan melalui cotangen (2ndf tan 2ndf deg)untuk mendapatkan irtifanya.

BILANGAN DESIMAL DALAM ISTILAH ILMU FALAK

BILANGAN DESIMAL

Menggenapkan Bilangan Desimal

Misal dari qous 30,30 sinus 0,50753863 2ndf deg 0,302713, maka anggaplah nol dan angka 13 itu tidak ada, jadi jaib dari 30,30 adalah 30,27. Angka nol dianggap tidak ada karena hasil lawan dari sinus adalah cosinus dan angka 13 dibuang karena belum mencapai 30, jika telah mencapai 30 atau lebih maka jadikan satu dan gabungkan pada angka di depannya.
Anda pun boleh menjadikan satu angka atau malah membuang dua angka paling belakang seperti qous dari jaib; 67,11 51 86 menjadi 67,11 52 dan jaib-nya 0,55 18 65 menjadi 55,18 39.
Sementara angka terakhir 39 pada 55 18 39 adalah pembulatan dari 55,18 65 hasil dari 65 x 6 = 390.
390÷10= 39,0; karena dua angka terakhir tersebut berupa kelipatan 100/60 /satu detik.
Atau seperti dari irtifa 35 30 sinus 0,580702955 2ndf deg 0,345053 dibulatkan menjadi 34 50 32, hal ini jika anda menggunakan bilangan yang terdiri dari derajat, daqiqoh dan tsawani, jika yang diambil itu bilangan dari derajat dan daqiqohnya saja maka bulatkanlah angka bagian belakang dari 34 50 32 menjadi 34 51 saja, dan angka 32 di belakang angka 50 adalah hasil perkalian dari 53X6= 318÷10=31,8 digenapkan menjadi 32.
Dan jika diinginkan bisa anda buat lebih ringkas lagi jika memang dikehendaki misalnya dari 67,11,52 menjadi 67,12 atau dari 55,18,39 menjadi 55,19, tapi ketika anda menemukan angka seperti 67,11,51,17 pada nilainya qous atau 55,18,17 pada nilainnya jaib, maka angka 17 dibuang dan untuk angka 17 pada nilainya jaib boleh anda kalikan dengan 6 kemudian hasilnya dibagi 10 maka nilainya jaib menjadi 55,18 10 hasil dari perkalian antara 17 dengan 16 adalah 102÷10=10,2; angka 10 diambil dan untuk angka 2 dibuang selama proses pembagian nilai koma dibawah 5 dibuang terkecuali lebih dari 5 maka boleh disatukan.

CARA MENGETAHUI DHIL MABSUT DAN DHIL MANKUS

 الباب الثالث فى معرفة جيب القوس وقوس الجيب.
عدمن أول قوس الارتفاع بقدرالقوس المطلوب جيبهاوادخل من نهايته فى الجيوب المبسوطة الى الستنى,تجدمن أعداده المستوية جيب تلك القوس.والجيب لايزيدعلى الستين.وان عددت من مستوى الستينى بقدرالجيب الطلوب قوسه. ونزلت من نهايته فى الجيوب ألمبسوطة
الى القوس, وجدت من أوله قوس ذلك الجيب.

 
 
DHIL MABSUT DAN DHIL MANKUS

Mencari Dhil Mabsut

Jika yang dihendaki adalah Dhil mabsut, maka ketahuilah terlebih dahulu irtifanya. Kemudian gunakan qomah sesuai dengan yang dikehendaki, dan qomah tersebut dibagi dengan irtifa hasilnya adalah Dhil mabsut yang anda cari dimulai dengan membagi nilainya irtifa oleh qomah.
Contoh: 
qomah ÷ irtifa cotang = Dhil mabsut
45÷74.20 26           cotang = 12.61456746
45÷61.44 26           cotang = 24.18893226
=========================================
45÷35.30               cotang = 63.08767325

MENCARI DHIL MANKUS

Mencari Dhil mankus hampir sama caranya dengan mencari Dhil mabsut, namun disini qomah dikali dengan irtifa.

Contoh:
qomah x irtifa cotang = Dhil mankus
45x74.2026            cotang = 160.5286908
45x61.4426            cotang = 83,71597301
=========================================
45x35.30               cotang = 32,098188806
Dhil mankus 10,69939

Tambahan :
Untuk mendapatkan Dhil mabsut anda boleh menggunakan qomah berapa saja sesuai dengan yang dikehendaki dengan catatan jika anda menggunakan qomah sesuai dengan pilihan anda, maka qomah tersebut tetap digunakan pada saat penjumlahan atau pembagian.

CARA MENGETAHUI JAIB DAN QOUS


JAIB DAN QOUS
Mencari Jaib

Masukan angka yang hendak dijaibkan kemudian ikuti langkah di bawah ini. Dan ketika hendak mencari qousnya jaib sebelum memasukan angka yang hendak diqouskan tekanlah koma terlebih dahulu.
Contoh:
(Qous) 21 57 34 deg sin 2ndf deg 0,222622 (jaib)
Dibulatkan 22 26 13

Mencari Qous

(Qous) 0,222622 deg 2ndf sin 2ndf deg 21,573395
dibulatkan 21 57 34

Muqodimah Addurusul Falakiyah

Muqodimah
بســم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله سيدنامحمدواله وصحبه ومن والاء {وبعد}
فهذاكتاب اول فى الاعمال الجيبية بالعروض الجنوبية للمدارس السلفية مشتمل على مقدمة وخمسة عشرباباوخاتمة

Rabu, 22 Juni 2011

DASAR – DASAR ILMU FALAK

 الشمس والقمر بحسبا ن


وكل في فلك يسبحو ن


I.     PENDAHULUAN
1.    Ilmu Falak ialah suatu ilmu yang mempelajari segala gerak-gerik benda langit (termasuk Bumi) dengan segala perhitungannya secara matematics. Hukum mempelajarinya adalah Fardhu Kifayah. Sesuai yang telah dikatakan oleh Imam Ghojali dalam kitabnya : Ihya’ Ulumuddin Juz I halaman 17.
“Maka janganlah engkau heran bila aku mengatakan bahwa Ilmu Kedokteran, Ilmu Astronomi dan Ilmu Matematic adalah Fardhu dari bagian-bagian fardhu kifayah.”

2. Ilmu Nujum (Astrologi) ialah suatu ilmu yang menghubung-hubungkan nasib seseorang/keadaan dengan posisi suatu bintang. Mempercayainya hukumnya Haram.

II.   BENDA-BENDA LANGIT DAN ISTILAH.

1.    Tsawabit atau Bintang tetap. Termasuk diantaranya adalah Matahari kita. Semua Bintang (An-najm) yang bercahaya sendiri.

2.    Sayyaroh (Planet) yang berputar mengikuti matahari, diantaranya adalah bumi kita. Bintang-bintang ini bercahaya karena pantulan (Alkaukab), bukan karena cahaya sendiri.

    Bulan (Satelit), semua benda yang mengikuti Sayyaroh. Diantaranya adalah Bulan Kita (Alqomar).

4.    Majarroh (Galaxy), yaitu sekumpulan berjuta-juta bintang termasuk system matahari kita, dan nampak seperti kabut.

5.    Mudhannibat (Bintang berekor), suatu bintang yang tidak padat dan ekornya selalu bertentangan dengan posisi matahari.

6.    Syuhub (Meteor) atau carit bintang. Yaitu suatu bintang yang keluar dari orbitnya karena daya tarik bumi. Pada saat memasuki angkasa bumi, benda tersebut bergosokan dengan udara bumi dan terbakar.

7.    Dan lain-lain